Berita dan Artikel

Dikecewakan atau Mengecewakan, Sebuah Teori Sederhana Tentang Jomblo

Thohirin
Ditulis oleh Thohirin

Dari ribuan, bahkan jutaan jomblo yang ada di muka bumi ini, sebenarnya hanya ada dua alasan mengapa seseorang menyandang status jomblo: ‘dikecewakan’ atau ‘mengecewakan’. Bagi kelompok jomblo ‘mengecewakan,’ mereka memang sengaja atau berniat menjadi jomblo. Entah karena alasan apa. Bisa karena tidak nyaman, bisa juga karena lebih tertarik orang lain ketimbang pasangannya sendiri.

Kelompok model jomblo ini masih terbilang minoritas ketimbang model jomblo ‘dikecewakan’. Tidak banyak. Dan tidak akan lama lama menjomblo. Putus-jadian. Putus-jadian. Dan seterusnya, hingga menemukan seseorang yang menurutnya sempurna. Meskipun terbilang mustahil.

Ada sebutan lain untuk kelompok jomblo ‘mengecewakan’: playboy atau playgirl.

Sementara kelompok jomblo satunya, ‘dikecewakan.’ Inilah jomblo yang harus terlebih dulu mendapat rehabilitasi. Baik mental maupun fisik. Hatinya sangat rapuh. Rentan sakit. Dana akan membutuhkan waktu yang lama untuk move on.

Kelompok jomblo yang kedua ini sebenarnya menjadi korban dari pasanngannya. Intinya, harus cepat-cepat mendapat penanganan dalam waktu kurang dari 24 jam. Atau, orang-orang terdekatnya lah yang akan menyesal.

Golongan jomblo model ini juga lebih dominan ketimbang model jomblo ‘mengecewakan’. Karena pada dasarnya, model jomblo yang ‘dikecewakan’ ini tidak ada niat untuk hidup sendiri. Namun, apa mau dikata, cintanya memang bertepuk sebelah tangan. Dan mau tidak mau ia harus menerima nasibnya yang lagi-lagi harus menjomblo.

Namun jika dinilai baik dan tidak baiknya, atau martabat dan tidak bermartabatnya—meminjam istilah Mas Agus Mulyadi—jomblo ‘dikecewakan’ justru lebih bermartabat ketimbang jomblo ‘mengecewakan’. Bagaimana tidak, kelompok jomblo ini memang tidak ada niat untuk memutuskan hubungan.

Secara otomatis, mereka pasti sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi pasangannya. Bahkan boleh jadi, apapun sudah ia berikan kepada orang yang dicintainya. Oleh karena itu, dilihat dari segi manapun, jomblo ‘dikecewakan’ lebih mulia di sisi Tuhannya ketimbang jomblo ‘mengecewakan’. Dan kelompok jomblo inilah yang doanya sering kali dikabul. Maka, hati-hatilah terhadap kelompok jomblo yang  satu ini.

Gampang saja untuk mencirikan kelompok jomblo ini. Biasanya, mereka yang termasuk jomblo ‘dikecewakan’ akan lebih hiperaktif pada bribikannya. Bangun tidur nge-BBM, istirahat sekolah nge-BBM, pulang sekolah nge-BBM. Jika malam telfon. Pokoknya, tidak akan pernah ketinggalan momen kosong. Jika tidak dibalas, biasanya akan pura-pura ngambek. Dan ia juga akan melakukan segala cara agar tetap berkomunikasi intens dengan bribikannya. Sekalipun tak punya pulsa.

Seperti teman saya ini. Tanto, namanya (bukan nama samaran).

“Ada yang punya pulsa, enggak?” Tanto bertanya pada beberapa temannya yang sedang berkumpul.

“Enggak ada, To…” Beberapa temannya hampir jawab serempak.

“Eh, beneran. Minta pulsa nih. Cuma buat SMS kok!”

“Lho, beneran. Enggak ada,”

“Yaaah…”

“Emang mau SMS siapa, kamu?”

“Bribikan gua SMS. Gua takut kalo enggak dibales, dia enggak mau SMS gua lagi,”

Begitu kira-kira.

Jadi dari teori ini, termasuk golongan jomblo manakah Anda?

Tentang Penulis

Thohirin

Thohirin

Mantan jomblo yang hampir kesepian. Sudah dua kali ditinggal nikah. Kini menjadi pria kesayangan mantan. Meyakini, bahwa jomblo adalah warga negara yang patut dilindungi dan dibela.

  • feronica Tan

    %%dikecewakan-atau-mengecewakan-sebuah-teori-sederhana-tentang-jomblo/

    S1288POKER – 100% Tanpa BOOT | 6 Games in 1 web | Min Dp 10rb & Wd 20rb | BBM : 7AC8D76B